Our Story

Sejak 1977
Sebuah usaha yang didirikan oleh Bapak Sugita dan Ibu Evelina Natadihardja atau lebih akrab dengan sapaan Opa dan Oma Sugita. Boncafe didirikan pada 28 Februari 1977 berawal dari sebuah kafe kecil yang menyajikan snack dan ice cream di Jalan Gubeng, Surabaya.

Awal Mula Boncafe
Sebelum membuka Boncafe di Surabaya, Opa dan Oma Sugita lebih dulu berbisnis kuliner dengan menjual aneka kue basah dan makanan kecil di Singapura. Usaha yang dijalankan iseng itulah yang akhirnya menjadi cikal bakal lahirnya Boncafe. Nama Boncafe berasal dari Bahasa Perancis, Bon yang berarti good atau baik. Jadi arti keseluruhannya adalah kafe yang baik.

Steak Cita Rasa Indonesia
Seiring dengan berjalannya waktu, Boncafe melebarkan sayap dengan menjual menu berat, dan Steak makanan khas Eropa ini dipilih menjadi menu utamanya. Namun menu Steak yang ditawarkan adalah Steak yang memiliki cita rasa Indonesia dengan memadukan rasa manis, gurih dan berbumbu.

Gerai Boncafe
Di tangan generasi ke 3, Boncafe Steak & Ice Cream bertransformasi menjadi restaurant modern dengan tetap konsisten mempertahankan mutu dan layanan. Saat ini, Boncafe telah memiliki 7 gerai, 5 gerai di Surabaya, 1 di Samarinda dan 1 di Makassar.

Best Restaurant of the Year
Untuk menjaga kualitasnya, Boncafe mendapat sertifikat ISO 22000:2005 tentang system manajemen keamanan makanan. Pada tahun 2015, Boncafe dianugerahi “Lifetime Achievement Award” oleh Surabaya Restaurant Award. Ini adalah penghargaan tertinggi karena Boncafe selalu menjadi pemenang 5 kali Best Restaurant of The Year berturut-turut.

Share the Joy
Boncafe Steak & Ice Cream adalah resto dengan spesialisasi menu steak yang mengutamakan rasa dan kualitas masakan terbaik. Boncafe Steak & Ice Cream bukan hanya menjadi tempat dining dengan atmosfir yang nyaman, tetapi juga menjadi rekomendasi venue untuk perayaaan acara private ataupun korporasi. Seperti pesta ulang tahun, pertunangan dan wedding serta gathering.

Karakter Bon Chef menjadi icon yang melekat pada identitas Boncafe Steak & Ice Cream itu sendiri. Bon Chef digambarkan sebagai sosok seorang pria dewasa yang memiliki passion memasak, bersahabat, ceria dan berhati besar yang selalu membuat orang lain merasa hangat dan nyaman.

chef

ceo
Stephan M. Tanaja
Chief Executive Officer

Lahir di Indonesia dan besar di Australia. Dibesarkan pada sebuah keluarga yang memiliki passion yang kuat terhadap masakan, wisata dan perhotelan. Berkat bisnis keluarga, menghabiskan sebagian besar masa kecilnya dengan mengunjungi tempat-tempat yang dekat maupun jauh, dan mulai menumbuhkan passion dan kecintaan terhadap makanan, minuman dan seni. 
 
Pada tahun 2007, pada usia 26, Stephan membangun cabang Boncafe pertamanya (Jl. Pregolan No. 2, Surabaya), Sebuah awal untuk ekspansi bisnis warisan keluarga yang waktu itu berusia 30 tahun. Merintis perkembangan tempat makan bernuansa casual yang memadukan kenikmatan masakan dan arsitektur Eropa dengan sedikit sentuhan Indonesia.  
 
Pada tahun 2012, mendirikan Le Cafe Gourmand, sebuah French Patisserie dengan spesialisasi Artisanal Ice Cream dan Kopi. Hingga saat ini, Boncafe dan Le Cafe Gourmand outlet telah tersebar di empat kota berbeda di Indonesia.
Boncafe mendapat penghargaan sebagai Best Restaurant of the Year, selama 5 tahun berturut-turut dan Le Cafe Gourmand menjadi inspirasi awal bermunculnya generasi baru Speciality Coffee Shops di area Surabaya. 
 
Stephan tergabung dalam Apkrindo (Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia) dan secara aktif memberikan suara-nya untuk Universitas Petra dan event-event bisnis.
 
Stephan, adalah seorang Master graduate lulusan dari University of New South Wales, Australia, dan memegang sertifikat Professional Development Program di Restaurant Revenue Management and Restaurant Design dari Cornell University, New York, Amerika Serikat.

Living a Good Life

Living a Good Life adalah hidup dengan mensyukuri apa yang kita punya, hidup tidak selalu mulus ada ups and downs tapi kuncinya adalah “rejoice” dalam keadaan apapun juga.

Banyak orang hidup mengejar sesuatu yang hampa, hidup tanpa prioritas yang jelas. Hidup yang benar adalah mengutamakan Tuhan sebagai prioritas utama, Keluarga prioritas kedua dan Kerja sebagai prioritas ketiga.

Hidup harus dilalui dengan menjalankan apa yang menjadi arti atau panggilan hidup kita. Berdasarkan passion. Passion bisa di temukan dengan “diam” sejenak, menikmati alam sekitar, mempelajari arti dan philosophy sebuah artwork, tulisan buku dan interpretasi sebuah musik. Dengan kita berdiam diri dan mencari arti dalam kehidupan kita, kita bisa menjalankan hidup dengan penuh sukacita karena menjalani hidup yang bermakna.

Menghabiskan waktu dengan keluarga secara berkualitas dengan melakukan trip bersama akan membuat hidup lebih berarti. Keluarga dan Teman adalah gift dari Tuhan buat kita, kita hidup dalam komunitas yang harus saling support satu dengan yang lain. Giving is a blessing. Kita memberikan berkat buat orang lain karena kita sendiri telah diberkati, walaupun mungkin kita sendiri belum dapat berkat itu sepenuhnya, Tuhan mengajarkan untuk kita selalu memberkati di area mana kita ingin diberkati.

That’s the recipe for living a good life!

– Stephan M. Tanaja